Rabu, 17 Agustus 2011

MEMASANG FRONT USB/AUDIO


VCC (5V), D- (tegangan -), D+(tegangan+) dan Ground(G).
VCC = merah (orange), D- = putih(kuning),D+ =hijau(biru), dan Ground = hitam. Tetapi ada juga yang berwarna lain biasanya satu warna tetapi ditandai dengan VCC,D-,D+ dan Ground.
Jenis Front USB/Audio:


Rabu, 10 Agustus 2011

Cara Self Test Printer HP dan Canon



Cara Self Test Printer HP D2566 :
  • Siapkan kertas 1-2 lembar di paper tray HP D2566
  • Hidupkan Printer HP D2566 anda.
  • Tekan tombol power dan tahan jangan di lepaskan. ( karena kalau dilepaskan printer akan mati )
  • Kemudian tekan tombol panah (resume) 4x (empat kali)
  • Kemudian lepas tombol power HP D2566 tersebut, dan HP D2566 akan melakukan self test print.
Cara Self  Test Printer HP 3325, 3535, 3744, 3920, 3940, 2466 :
  • Siapkan kertas 1-2 lembar di paper tray printer HP anda
  • Hidupkan Printer HP anda.
  • Tekan tombol power dan tahan jangan di lepaskan. ( karena kalau dilepaskan printer akan mati )
  • Kemudian lakukan “buka-tutup” cover printer atau tutupnya printer 4x (empat kali “buka-tutup”), jangan sampai kurang dengan kondisi terakhir printer menutup,
  • Kemudian lepas tombol power printer HP anda, dan printer HP anda akan melakukan self test print.
Cara Self  Test Printer Canon IP1200, IP1300, IP1600, IP1700, IP1880, IP1980, dll :
  • Siapkan kertas 1-2 lembar di paper tray printer Canon anda
  • Hidupkan Printer Canon anda.
  • Tekan-tekan tombol resume 4x (empat kali)  secara cepat,  jangan sampai kurang.
  • Dan printer Canon anda akan mulai melakukan self test print.



Minggu, 31 Juli 2011

Cara membuat rekapan data laporan pada billing G-Billing


Cara membuat rekapan data laporan pada billing G-Billing:
1. Klik log
2. Klik filter
3. hilangkan tanda centang pada semua kecuali centang pada tanggal
4. klik oK
5. Klik export

6. Muncul jendela export log lalu klik ok

7. Dalam contoh ini file csv tersebut tersimpan di C : /gbillingserver

File CSV Yang Berantakan


Pernah membuka File CSV yang berantakan, tidak tertata rapi seperti ini?

dikarenakan setingan pada language dan regional yang memakai pilihan Indonesia. Anda harus menggantinya dengan setingan English (United Kingdom). Caranya?
Buka Control Panel.

Pilih Date, Time, Language, and Regional Option.

Pilih Regional and Language Option.

Dan pilih English (United Kingdom), dan OK. 

Sekarang coba buka kembali file CSV tsb. Sudah terlihat rapi bukan?

Kamis, 28 Juli 2011

Hiren's BootCD From USB Flash Drive (USB Pen Drive)

Step 1
Connect USB Pen Drive (1GB or more)
Step 2
Download and Run USB Disk Storage Format USB Disk Storage Format USBFormat.zip (34KB)
Screenshot

Step 3
Download grubinst_gui Grub 4 Dos grub4dos.zip (179KB) and Run as Administrator
Screenshot

Step 4
Insert the BootCD (10.3 or newer) in the CD Drive and Copy everything from CD to USB Flash Drive
Step 5
Copy grldr and menu.lst from grub4dos.zip (or from HBCD folder) to the usb drive
Screenshot

Step 6
Test Your USB Drive

Konfigurasi Awal RB750


LANGKAH AWAL MASUK WINBOX
1. pastikan dulu koneksi dari modem ke akses point dah berjalan lancar. kalo dah oke, lepas semua kabel koneksinya
2. colok modem ke eth1, komputer/laptop ke eth2.
3. buka browser di mozila, ketik 192.168.88.1. . donwload winboxnya
4. jalankan winbox
5. bagian connect to, klik browse (titik tiga), pilih mac address yg ada
6. pastikan login=admin dan passwordnya kosong. klik connect
7. PErlu diingat…. klik Remove Configuration
8.  sukses masuk winbox
LANGKAH-LANGKAH MENGHUBUNGKAN MIKROTIK DENGAN KOMP/LAPTOP
1.mengubah nama interface. hanya untuk memudahkan kita saja.
caranya klik menu interface.ubah nama interface eth1 dengan nama internet atau modem atau speedy sesuka kita. eth2 ubah jadi switch atau  sesuka kita. caranya klik 2x list interface yg ada

2. setting IP address
untuk “memberi identitas IP pada masing2 eth yg kita gunakan
caranya klik IP-Addresses. klik tanda +. masukkan IP address untuk eth1.
karena IP address modem speedy biasanya 192.168.1.1 maka disini kita masukkan 192.168.1.2/24. pilih interface=nama interface eth1. klik OK. nanti isian network sama broadcast akan terisi sendiri karena ada /24 itu. /24 disini maksudnya subnett. apa itu subnett? coba anda googling subnetting
klik tanda + lagi untuk kasih IP yg eth2. disini saya pake IP 192.168.3.1/24. dibedakan sama eth1 td dimana angka yg ketiga pake ’1′ sedangkan ini pake ’3′. anda bebas mo pake berapa antara 2-254
kalo anda sudah paham subnetting, /24 bs diganti sesuai dengan subnet anda. tp biar ga ribet, pake /24 aja. hehehe
3. setting gateway
klik IP-Routes. klik +. isikan gateway dg 192.168.1.1
4. setting DNS
klik IP-DNS. klik setting. masukkan DNSnya.
5. coba test ping dari mikrotik ke modem
buka New Terminal. ketik ping 192.168.1.1. kalo reply dah OK
lalu coba test ping ke DNS speedy pake DNS yg td dimasukkan
6 setting NAT
apa gunanya NAT?
pemahaman simple saya, agar klien di belakang mikrotik dengan berbagai macam IP Address bs komunikasi ke internet dengan menggunakan IP public yg disediakan speedy.
caranya klik IP-Firewall. klik tab NAT
di tab general, pilih chain=srcnat, src address=192.168.3.0 (network address eth2)
trus klik tab action, pilih action=masquerade
7. skrg coba test ping dari komp/laptop ke gateway (192.168.1.1)
trus coba test ping ke yahoo.com
kalo sukses berarti dah bs konek ke internet

Senin, 25 Juli 2011

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

Dynamic Host Configuration Protocol
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
Cara Kerja
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.
DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.
DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.
DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
Nomor DHCP Option
Nama DHCP Option
Apa yang dikonfigurasikannya
003
Mengonfigurasikan gateway baku dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006
Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015
DNS Domain Name
Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server yang bersangkutan.
044
Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046
Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047
Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.